Arsip Blog

Jumat, 18 Juni 2021

HIJAB aku dan Mereka


2012, bertemu teman lama.
Pastinya menyenangkan. Apalagi di tempat dan waktu yang tidak terduga. Tiba-tiba dipertemukan Allah begitu saja.
Dalam satu bulan ini, aku bertemu dua teman lama. Baik teman sewaktu sekolah, maupun tempat kerja yang sebelumnya. Sekitar 7-10 tahunan tidak berjumpa. Aku yang menyapanya lebih dahulu. Aku panggil namanya dengan antusias dan riang. Tapi tidak langsung direspon, justru mereka berpikir sejenak sambil mengingat-ingat, siapa ukhti yang sudah sok akrab ini?

1.    Temen SMU.
Seorang perempuan, yang setiap hari selalu pakai hijab saat sekolah, sedangkan aku memakainya hanya seminggu sekali saat ada pelajaran AGAMA ISLAM dan itu pun hanya 2 jam, demi menyelamatkan nilai. Guru agama selalu mengancam, jika tidak menutup aurat maka nilai agama Islam mendapat angka 5. 
Kelas satu SMU pada tahun 2000, belum banyak siswa sekolah negri yang berhijab. 

Saat pelajaran usai, aku selalu berubah, melepas hijab. Sebenarnya bukan aku saja, banyak juga siswi yang mengganti pakaian usai pelajaran agama. Dikarenakan ruangan kelas tidak berAC dan tidak ada kipas angin. Semua angin murni dari pentilasi udara.

Kembali lagi pada teman yang ketemu di mall. Sungguh disayangkan, kini ia melepas hijabnya. Dikarenakan alasan pekerjaan yang tidak mengizinkan karyawannya menggunakan hijab. Padahal dulu, dia selalu meledek dengan kalimat "Jilbabnya Tri terbang". Saat ini bahkan dia nyaris tidak mengenalku, dikarena aku memakai gamis syar'i dan tubuhku lebih gemuk dari sebelumnya. Juga ditambah kacamata yang baru aku pakai saat bekerja. 12 tahun tak bersua, entah aku merasa ini pertemuan yang memilukan. Allah, aku ingin memiliki kedudukan di perusahaan, agar aku bisa mengajak temanku bekerja tanpa harus mengorbankan hijabnya.

2.   Temen kerja
      Usai lulus sekolah aku bekerja di Alfamart selama 5 tahun. Dari tahun 2004-2009.  Alhamdulillah perusahaan ini tidak melarang karyawannya memakai hijab. Justru saat bulan puasa, Kasir wajib memakai hijab.
      Customer setia bilang mbak kasirnya berubah, jadi Sholeha. Wah nambah cantik mba, pakai kerudung dan pujian lainnya.
      Namun sayangnya, suasana seperti itu tidak mampu merontokkan kerasnya hati ini. Aku masih belum mau konsisten berhijab. 
      
     "Tri, lanjutin saja. Sayang sudah sebulan pakai, terus sekarang dilepas. Tri, tambah anggun dan keliatan aura feminimnya"
      Saat itu demi menghargai pendapatnya, aku pura-pura berpikir mau memakai. Padahal secuil niat pun belum hadir dipikiranku. Ya Allah, sekeras apakah hatiku saat itu?

      Aku memakai karena aturan kerja, juga punishment. Jika tidak berhijab, maka akan di SP juga dipindahkan tempat kerjanya atau rolling. 

      Saat bertemu tahun 2012, lima tahunan kita tidak berjumpa, karena aku mendapatkan pekerjaan lain. Kali ini kami dipertemukan Allah saat sedang menunggu hujan reda. Samping kiriku ada 2 anak balita, satu bermain rintik hujan, satu digendong ibunya. Dan ibunya ternyata sahabatku sewaktu di Alfamart. Orang yang selalu memberikan motivasi dan  mengingatkan keutamaan berhijab. Kini wanita itu berdiri di sampingku tanpa penutup aurat. Bercelana panjang dan kaos pendek, rambutnya yang sebahu diikat asal. Letih sangat tampak pada wajahnya.
      Ia adalah seorang ibu rumah tangga, yang sangat kerepotan dengan dua anak balita juga 3 kantong kresek besar, berdiri letih di depan mini market untuk menunggu suaminya pulang. Katanya, buah hatinya tidak sabar untuk beli es cream, jadilah ia belanja bulanan tanpa suami. Selang beberapa menit, suaminya datang. Obrolan terhenti.

      Allah mengirimkan pesan, atas apa yang terjadi hari ini. Usiaku 26 tahun, masih lajang. Saat banyak sahabatku sudah menikah dan memiliki anak. Aku hanya ingin menikah dengan pria yang lebih Sholeh dariku. Agar urusan dunia yang melelahkan, tidak menggerus imanku. Tidak ada alasan kerepotan pakai hijab karena mengurus rumah tangga. Semua itu, ada dalam pendidikan keluarga, akidah dan tauhid yang kuat yang bisa didapat dari teman hidup yang Sholeh.

      Akupun baru 6 bulan memakai hijab. Awalnya saat ada majalah hijaber. 2010an trend hijab meningkat. Gaya dan model penutup kepala itu bermacam-macam. Itu semua ada dalam tutorial di majalah hijaber. Kami kaum hawa selalu ingin kelihatan modis dengan hijab. Aku dan teman-teman dikantor sering coba-coba model hijab yang lucu. Awalnya begitu niatku. Hanya coba-coba, hanya karena hijab lagi trending, artis-artis banyak yang yang memakai dan terlihat cantik tidak ketinggalan zaman.

Tak apa, mulailah kebaikan dengan berbagai cara. Nanti cara atau niat yang salah, akan tergerus oleh niat yang tulus. Perlahan aku belajar tentang makna hijab. Hakekatnya untuk melindungi dan menjaga kehormatan seorang wanita. Sungguh hijab adalah pakaian takwa yang tidak berlaku kata kuno saat memakainya. 

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri istrimu, anak anak perempuanmu dan istri istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Al Ahzab: 59).
 

Aku merasakan ini dengan indah..
Tidak sesulit seperti yang aku bayangkan dulu. Dalam rintik hujan, air mataku menyatu. Allah kuatkan imanku, selalu. Sungguh sangat mengerikan melihat pelajaran yang Engkau kirim melalui sahabat lamaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih semoga menjadi pencerah