Arsip Blog

Selasa, 09 November 2021

Tumor Rahim Mioma Uteri

11 September 2021

Pergi Check up, ikut promo USG transvaginal dan Kolposkopi. Jam 15:00

Dokter : Keluhannya apa aja?
Aku :
1. Menikah 8 tahun belum memiliki keturunan
2. Pernah operasi miom 4 tahun lalu
3. Setelah operasi, disuntikkan divalin 3x

Suster : masuk Bu, buka celananya ya. Rileks aja, duduk disini.
Aku : ikut perintah

Dan mulailah alat itu masuk. Sakit? Engga, cuma engga nyaman aja.
Dokter datang cek dilayar, wajahnya prihatin. Sambil periksa, interview berlanjut. Usianya berapa? Masih mau punya anak? 
Awalnya ringan saja pertanyaan.
Saat alat itu dikeluarkan, dokter bilang, miom aku puluhan. Sekitar 20 lebih. Ukurannya beragam. Ada yang besar sebanyak 8buah dan sudah saling menempel. Karena riwayat pernah operasi, maka tidak bisa di operasi lagi. Bisa merusak rahim

Suster : Sekarang cek Servik ya Bu
Alatnya masuk seperti besi. Dokter mulai meneropong bagian "dalam", Alhamdulillah Servik aku bagus.

Setelah selesai, dan sudah rapih semuanya. Kita pindah ke ruang konsultasi.

Dokter : ibu sudah lihat sendiri kondisi rahim ibu, miom nya banyak. Saling lengket dan rapat. Tidak bisa di operasi angkat miom lagi, kecuali angkat rahim. Hati² ginjal ibu bisa bengkak karena tekanan miomnya. 
Ibu masih mau punya anak? Ibu harus diet dan suntik divalin sebanyak 16x. Dan ini tidak ditanggung BPJS.  Ibu bisa pikirkan dulu.

Suster memberikan 2 lembar kertas untuk panduan diet dan pola hidup sehat.

Konsultasi selesai

****
Aku dan suami masih saling diam.
Suntik divalin itu obatnya saja 1,8 juta dan harus sebulan 2x

Suamiku bilang :
Siap asal kamu juga siap.
Kita hadapi bersama

****
Ya Allah
Dirahimku penuh miom.
Sehatkan rahim ini
Gantilah dengan calon Khalifah